Tugas 3 Karya Tulis Ilmiah
MAKALAH
KALIMAT EFEKTIF
(Makalah Disusun untuk Memenuhi Nilai Ujian Akhir
Semester
Mata Kuliah Bahasa Indonesia)
Dosen Pengampu:
Silvia Ratna Juwita, M.Pd.
Oleh:
Aisyah Bestari
Putri (20190102022)
Dimas Prasetyo
(20191002132)
Elinse Hestina
Zega (20190102078)
Ernita Hasibuan
(20190102080)
Indah Natalia
Daun (20190102019)
Puji Rahmawati
(20190102023)
Salsa Rahmawati
Saputri (20190101518)
Siti Nadiya
Afrianti (20191002060)
UNIVERSITAS ESA
UNGGUL
KAMPUS CITRA
RAYA TANGERANG
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT yang mana telah memberikan kami semua kekuatan serta
kelancaran dalam menyelesaikan makalah mata kuliah Bahasa Indonesia yang
berjudul “Kalimat Efektif” dapat selesai seperti waktu yang telah kami
rencanakan. Tersusunnya makalah ini tentunya tidak lepas dari berbagai pihak
yang telah memberikan bantuan secara materil dan moril, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada
:
1. Silvia Ratna Juwita, M.Pd dosen
mata kuliah Bahasa Indonesia Universitas Esa Unggul
2. Orang tua yang telah memberikan
dukungan dan bantuan kepada penulis sehingga makalah ini dapat terselesaikan
3. Teman-teman yang telah membantu
dan memberikan dorongan semangat agar makalah ini dapat di selesaikan
Selain untuk menambah wawasan dan
pengetahuan penyusun, makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah Bahasa Indonesia . Makalah ini membahas tentang kalimat
efektif.
Tak ada gading yang tak retak
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari
bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
penyusun harapkan untuk penyempurnaan makalah-makalah selanjutnya.
Tangerang, 13 Oktober 2019
Penyusun
Daftar Isi
Kata
Pengantar .......................................................................................................... i
Daftar
Isi.................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................... 1
1.1
Latar Belakang..................................................................................................... 1
1.2
Rumusan Masalah................................................................................................ 2
1.3
Tujuan Pembahasan.............................................................................................. 2
1.4
Manfaat Pembahasan........................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................... 3
2.1
Pengertian kalimat efektif.................................................................................... 3
2.2
Ciri – ciri Kalimat Efektif.................................................................................... 3
2.3
Struktur Kalimat Efektif...................................................................................... 7
2.4 Unsur- Unsur Kalimat Efektif............................................................................. 10
2.5 Syarat Kalimat Efektif......................................................................................... 12
BAB III PENUTUP................................................................................................. 15
3.1 Saran ................................................................................................................... 15
3.2
Kesimpulan.......................................................................................................... 15
Daftar
Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang digunakan
manusia dengan sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa itu. Bahasa itu
berisi pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri si pembicara atau
penulis. Bahasa yang digunakan itu hendaklah dapat mendukung maksud secara
jelas agar apa yang dipikirkan, diinginkan, atau dirasakan itu dapat diterima
oleh pendengar atau pembaca. Kalimat yang dapat mencapai sasarannya secara baik
disebut dengan kalimat efektif.
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat
mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh
pendengar/pembaca secara tepat pula. Kalau gagasan yang disampaikan sudah
tepat, pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas,
dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Akan
tetapi, kadang-kadang harapan itu tidak tercapai. Misalnya, ada sebagian lawan
bicara atau pembaca tidak memahami apa maksud yang diucapkan atau yang
dituliskan. Supaya kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya
secara tepat, unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit.
Artinya, unsur-unsur kalimat seharusnya ada yang tidak boleh dihilangkan.
Sebaliknya, unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan.
Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan keperluan
komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah (Mustakim, 1994:86).
Dalam karangan ilmiah sering kita jumpai
kalimat-kalimat yang tidak memenuhi syarat sebagai bahasa ilmiah. Hal ini
disebabkan oleh, antara lain, mungkin kalimat-kalimat yang dituliskan kabur,
kacau, tidak logis, atau bertele-tele. Dengan adanya kenyataan itu, pembaca
sukar mengerti maksud kalimat yang kita sampaikan karena kalimat tersebut tidak
efektif. Berdasarkan kenyataan inilah penulis tertarik untuk membahas kalimat
efektif dengan segala permasalahannya.
1.2
Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1.
Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif?
2.
Apa ciri-ciri kalimat efektif?
3.
Apa syarat yang mendasari kalimat efektif?
4. Bagaimana
struktur kalimat efektif?
5. Apa saja unsur kalimat efektif?
1.3
Tujuan Pembahasan
1. Agar tidak
terjadi kesalahan dalam penggunakan bahasa Indonesia sehingga menjadi
baik dan benar
2. Mengetahui
apa dan bagaimana penggunaan kalimat efektif dalam berbahasa
3. Menjaga
kemurnian bahasa Indonesia
1.4 Manfaat Pembahasan
1.Manfaat untuk diri sendiri: agar bisa
memahami bagaimana yang dikatakan dengan kalimat efektif.
2. Manfaat untuk kelompok: agar kita bisa
menjaga budaya Bahasa Indonesia yang baik dan mampu menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Dalam
buku Akhadiah dkk. (2003:116), kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan
jelas sehingga maknanya dapat dipahami dengan mudah oleh orang lain. Sementara
dalam buku Suyatno dkk (2017:101), yang menyatakan bahwa kalimat efektif adalah
kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat
sehingga pendengar atau pembaca memahami pikiran tersebut dengan
mudah,jelas,dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau
pembicaranya. Konsep yang hampir sama juga diperjelas oleh Gani dan Fitriyah
(2010:63) yang menjelaskan bahwa kalimat efektif adalah kalimat yang secara
tepat dapat mewakili ide pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan ide
yang sama tepatnya dengan pikiran pendengar atau pembaca.
Atau
secara umum kalimat efektif dapat diartikan sebagai susunan kata yang mengikuti kaidah
kebahasaan secara baik dan benar. Tentu saja karena kita berbicara tentang bahasa Indonesia, kaidah
yang menjadi patokan kalimat efektif dalam bahasan ini adalah kaidah bahasa
Indonesia menurut Ejaan yang Disempurnakan (EYD).
2.2
Ciri – Ciri Kalimat Efektif
Hal
pertama yang harus diperhatikan adalah kelengkapan struktur dan penggunaannya.
Inilah yang dimaksud dengan kesepadanan struktur. Ada beberapa hal yang
menyangkut ciri-ciri yang satu ini.
1.
Ketatabahasaan
Syarat
ketatabahasaan merupakan factor penting dan mendasar dalam kalimat
efektif. Salah satu contoh ketidakefektifan kalimat karena tidak sesuai dengan
aturan tata bahasa adalah adanya pemakaian akhiran –kandan –i yang salah.
Contoh:
a.) Dosen
kritik sastra menugaskan kami membuat
makalah.
b.) Ayah
mewarisisebidang tanah untuk saya.
Jika
dikaitkan dengan ciri pertama dari kalimat efektif, kedua contoh kalimat
tersebut kurang efektif. Ada pun perbaikannya adalah sebagai berikut :
a.) Dosen
kritik sastra menugasi kami membuat
makalah.
b.) Ayah
mewariskan sebidang tanah untuk saya.
2.
Kesatuan
gagasan atau kesepadanan
Kesatuan gagasan atau kesepadanan dalam kalimat
efektif berkaitan dengan keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang
dipakai. Kesatuan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.
Dengan satu ide kalimat boleh panjang atau pendek, menggabungkan lebih dari
satu kesatuan, bahkan dapat mempertentangkan kesatuan yang satu dan yang
lainnya asalkan ide atau gagasan kalimatnya tunggal. Penutur tidak boleh
menggabungkan dua kesatuan yang tidak mempunyai hubungan sama sekali ke dalam
sebuah kalimat.
Kesepadanan berarti terdapat hubungan timbal balik
antara subjek dengan predikat, antara predikat dengan objek, serta dengan
keterangan – keterangan yang menjelaskan unsur – unsur kalimat. Kesepadanan
artinya antara pikiran atau perasaan (ide) sama dengan kalimat yang diucapkan
atau ditulis. Biasanya jika sepadan dengan pikiran dan perasaan, kalimat
tersebut dengan sendirinya akan memiliki kesatuan gagasan. Dengan kata lain,
jika sebuah kalimat sepadan dengan idenya,dengan sendirinya struktur kalimatnya
jelas. Biasanya struktur kalimat (kesatuan gagasan) tidak jelas karena idenya
yang ingin disampaikan tidak jelas. Bentuk kesatuan kalimat biasanya tergantung
idenya (gagasan yang ingin disampaikan).
Contoh :
a.) Para
siswa harap menyelesaikan semua tugas dengan tepat waktu.
b.) Yang
tidak berkepentingan dilarang masuk.
3.
Kehematan
Hemat dalam pengertian kalimat efektif berarti hemat
dalam menggunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Hal
ini disebabkan setiap unsur dalam kalimat hendaknya tidak ada yang tidak
bermanfaat.
4.
Kesejajaran
Arti kesejajaran dalam kalimat efektif adalah
penggunaan bentuk-bentuk bahasa yang sama atau konstruksi bahasa yang sama yang
dipakai dalam susunan serial (Akhadiah dkk. 2003:122). Secara singkat,
kesejajaran berkaitan dengan kesamaan unsur-unsur yang digunakan secara
konsisten dalam kalimat, baik itu dari bentuk kata (jenis-jenis kata dan
imbuhan) maupun makna kata. Maksudnya adalah jika verba yang digunakan, unsur
lain juga verba.Demikian pula, jika nomina yang digunakann unsur yang lain jug
harus nomina. Jika aktif yang digunakan, yang lain juga harus aktif. Begitupun
sebaliknya. Ini adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan. Sebagai contoh,
apabila bentuk pertama menggunakan kata kerja, bentuk-bentuk selanjutnya juga
harus berbentuk kata kerja. Begitu pula seterusnya untuk jenis kata lain.
Kesejajaran akan membantu memberi kejelasan kalimat secara keseluruhan.
5.
Ketegasan
Ketegasan atau penekanan dalam kalimat efektif
adalah penonjolan ide pokok, misalnya dengan pengulangan kata (repetisi) dan
penggunaan partikel penekanan.
Tidak selamanya
subjek harus diletakkan di awal kalimat, namun memang peletakan subjek
seharusnya selalu mendahului predikat. Akan tetapi, dalam beberapa kasus
tertentu, kalian bisa saja meletakkan keterangan di awal kalimat untuk memberi
efek penegasan. Ini agar pembaca dapat langsung mengerti gagasan utama dari
kalimat tersebut. Penegasan kalimat seperti ini biasanya dijumpai pada jenis
kalimat perintah, larangan, ataupun anjuran yang umumnya diikuti partikel lah atau pun.
6.
Kelogisan
Logis yang dimaksud dalam konsep ini mengacu pada
ide kalimat yang dapat diterima oleh akal. Kelogisan kalimat erat kaitannya
dengan ketatabahasaan.
Ciri-ciri kalimat
efektif terakhir yang amat krusial menyangkut kelogisan kalimat yang kalian
buat. Kelogisan berperan penting untuk menghindari kesan ambigu pada kalimat.
Karena itu, buatlah kalimat dengan ide yang mudah dimengerti dan masuk akal
agar pembaca dapat dengan mudah pula mengerti maksud dari kalimat tersebut.
7.
Kepaduan
atau Koherensi
Kepaduan dalam kalimat adalah hubungan timbal balik
yang jelas antara unsur-unsurnya sehingga informasi yang disampaikan tidak
terpecah-pecah.
2.3 Struktur Kalimat Efektif
Struktur kalimat adalah sebuah
struktur yang terdiri atas bagian – bagian kalimat yang dapat
membentuk suatu kalimat yang terdiri dari beberapa kata.
Contoh: “Ibu memasak sayur di dapur”
Sedangkan pengertian struktur
kalimat efektif adalah suatu kalimat yang memiliki kesesuaian dengan tata bahasa
indonesia yang baik dan benar. Sebab, kalimat efektif yang benar, itu akan
dapat dipahami maknanya dengan mudah oleh para pembaca.
Kalimat efektif terdiri dari
kaidah tata bahasa dengan ejaan yang disempurnakan (EYD) dan juga tanda baca
yang tepat sesuai dengan maksud kalimat.
Struktur kalimat efektif haruslah benar. Kalimat itu harus memiliki
kesatuan bentuk, sebab kesatuan bentuk itulah yang menjadikan adanya kesatuan
arti. Kalimat yang strukturnya benar tentu memiliki kesatuan bentuk dan
sekaligus kesatuan arti. Sebaliknya kalimat yang strukturnya rusak atau kacau,
tidak menggambarkan kesatuan apa-apa dan merupakan suatu pernyataan yang salah.
Jadi, kalimat efektif selalu
memiliki struktur atau bentuk yang jelas. Setiap unsur yang terdapat di dalamnya
(yang pada umumnya terdiri dari kata) harus menempati posisi yang jelas dalam
hubungan satu sama lain. Kata-kata itu harus diurutkan berdasarkan
aturan-aturan yang sudah dibiasakan. Tidak boleh menyimpang, aalagi
bertentangan. Setiap penyimpangan biasanya akan menimbulkan kelainan yang tidak
dapat diterima oleh masyarakat pemakai bahasa itu.
Ada
beberapa struktur kalimat efektif adalah sebagai berikut :
1. Struktur
Kalimat Umum
Unsur-unsur
kalimat yang membangun sebuah kalimat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: unsur
wajib dan unsur tak wajib (unsur manasuka). Unsur wajib adalah subjek dan
predikat, sedangkan unsur takwajib adalah unsur yang boleh ada dan boleh juga
tak ada (yaitu kata kerja bantu,harus,boleh,keterangan aspek sudah,akan,keterangan
tempat,waktu,cara)
2. Struktur
Kalimat Paralel
Maksudnya
adalah penggunaan bentuk Bahasa yang sama yang dipakai dalam susuna serial.
Contoh :
Penyakit Alzheimer
alias pikun adalah satu segi usia yang paling mengerikan dan berbahaya sebab
pencegahan dan cara pengobatannya tak ada yang tahu.
Seharusnya :
Penyakit Alzheimer
alias pikun adalah segi usia yang paling mengerikan dan membahayakan sebab
pencegahannya dan cara pengobatannya tak ada yang tahu.
a) Kesejajaran
Bentuk
Contoh :
Kegiatannya meliputi
pembelian buku, membuat katalog, dan mengatur peminjaman buku.
Seharusnya : dijadikan
nomina atau verba
Kegiatannya meliputi
pembelian buku, pembuatan katalog, dan pengaturan peminjaman buku.
Kegiatannya meliputi
membelian buku, membuat katalog, dan mengatur peminjaman buku.
b) Kesejajaran
Makna
Contoh :
Ia memetiki setangkai bunga.
Seharusnya :
Kata memetiki tidak dapat digunakan
pada kata setangkai bunga karena kata ini bermakna berulang. Perbaikan dapat
dilakukan dengan mengubah predikat menjadi memetik atau menghilangkan setuan
setangkai pada objek.
c.) Kesejajaran
dalam perincian pilihan
Contoh :
Pemasangan telepon akan
menyebabkan
a. Melancarkan
tugas
b. Menambah
wibawa
c. Meningkatkan
pengeluaran
Jawabannya adalah a,
tetapi kalimat pemasangan telepon akan menyebabkan melancarkan tugas bukanlah
kalimat yang baik. Pilihan b meskipun memang bukan jawaban yang tepat, tidak
mempunyai peluang untuk dipilih karena kalimat pemasangan telepon akan
menyebabkan untuk menambah wibawa bukanlah kalimat baik. Kalimat yang memuat pilihan
c justru paling baik, tetapi pilihan itu bukanlah jawaban yang diterapkan. Soal
itu dapat diubah menjadi :
Pemasangan telepon akan
meningkatkan.
a. Kelancaran
b. Wibawa
c. Pengeluran
3. Struktur Kalimat
Periodik
Struktur ini lebih mengemukakan
unsur-unsur tambahan baru kemudian unsur intinya. Hal ini dilakukan untuk
menarik perhatian pembaca.
Contoh :
Oleh mahasiswa kemarin jenazah yang
busuk itu dikuburkan (O-K-S-P)
Tanggal 22 Desember 2011 Hari Ibu dirayakan oleh Dharma Wanita
Undiksha. (K-S-P-O)
2.4 Unsur – Unsur Kalimat Efektif
1. Subjek
Subjek adalah bagian kalimat yang
menandai apa yang dinyatakan oleh penulis. Subjek dapat berbentuk kata benda,
frasa kata benda, atau kata kerja. Contoh:
a)
Rafi sedang membaca. (kata benda)
b)
Pacar Rafi cantik. (frasa kata benda)
c)
Memancing hobi Rafi. (kata kerja)
2. Predikat
Predikat adalah bagian kalimat
yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis tentang subjek. Predikat
biasanya berbentuk kata kerja, frasa kata kerja, frasa numeral (bilangan), kata
benda, frasa kata benda, frasa preposisi (kata depan), kata sifat, atau frasa
kata sifat. Contoh:
a)
Jack makan. (kata kerja)
b)
Jack sedang makan. (frasa kata kerja)
c)
Adik Jack tiga orang. (frasa numeral)
d)
Jack pengusaha. (kata benda)
e)
Jack pengusaha properti. (frasa kata benda)
f)
Jack ke kantor. (frasa preposisi)
g)
Jack tampan (kata sifat)
h)
Jack tampan sekali (frasa kata sifat)
3. Objek
Objek adalah bagian kalimat yang
melengkapi kata kerja. Objek dapat berbentuk kata benda atau frasa kata benda.
Bagian kalimat ini terletak setelah predikat berkata kerja aktif transitif
(-kan, -i, me-). Contoh:
a) Jack mencintai Maya.
(kata benda)
b) Jack telah memasukkan laptop
barunya ke dalam tas itu. (frasa kata benda)
c) Jack memerankan Sang
Kodok. (frasa kata benda)
4. Pelengkap
Pelengkap atau komplemen sering
disamakan dengan objek. Padahal, pelengkap beda dengan objek karena tidak dapat
menjadi subjek jika kalimat dipasifkan. Pelengkap mengikuti predikat yang
berimbuhan ber-, ter-, ber-an, ber-kan, dan kata-kata khusus (merupakan,
berdasarkan, dan menjadi). Contoh:
a) Jack bertubuh kekar.
b) Jack tersandung batu.
c) Jack bercucuran keringat.
d) Kamar Jack berhiaskan lampu
warna-warni.
e) Jack merupakan warga
negara Korea.
f) Keputusan Jack berdasarkan hukum.
g) Jack menjadi manajer.
5. Keterangan
Keterangan adalah bagian kalimat
yang berfungsi meluaskan atau membatasi makna subjek atau predikat. Contoh:
a) Jack tinggal di Jakarta.
b) Setiap hari Sabtu Jack berwisata kuliner.
Ada dua ciri keterangan. Pertama,
posisinya dapat dipindahkan ke awal, tengah, atau akhir kalimat. Contoh:
a) Jack menonton berita
politik dengan serius.
b) Jack dengan serius menonton
berita politik.
c) Dengan serius Jack menonton berita
politik.
Kedua, keterangan dapat berupa
keterangan tambahan, keterangan pewatas, atau keterangan aposisi. Contoh:
a) Jack, yang menjabat Direktur
Keuangan PT Morat-Marit, adalah warga negara Korea. (konstruksi yang sebagai
keterangan tambahan)
b) Jack yang menjabat Direktur
Keuangan PT Morat-Marit adalah warga negara Korea. (konstruksi yang sebagai
keterangan pewatas)
c) Jack, Direktur Keuangan PT
Morat-Marit, adalah warga negara Korea. (Direktur Keuangan PT Morat-Marit
sebagai keterangan aposisi)
2.5 Syarat Kalimat Efektif
Kalimat
yang efektif harus memenuhi dua syarat, yaitu adanya kesatuan dan kepaduan.
1. Sesuai EYD
Sebuah kalimat efektif haruslah menggunakan ejaan
maupun tanda baca yang tepat. Kata baku pun mesti menjadi perhatian agar tidak
sampai kata yang kamu tulis ternyata tidak tepat ejaannya.
2. Sistematis
Sebuah kalimat paling sederhana adalah yang memiliki
susunan subjek dan predikat, kemudian ditambahkan dengan objek, pelengkap,
hingga keterangan. Sebisa mungkin guna mengefektifkan kalimat, buatlah kalimat
yang urutannya tidak memusingkan. Jika memang tidak ada penegasan, subjek dan
predikat diharapkan selalu berada di awal kalimat.
3. Tidak Boros dan Bertele-tele
Jangan sampai kalimat yang kalian buat terlalu banyak
menghambur-hamburkan kata dan terkesan bertele-tele. Pastikan susunan kalimat
yang kalian rumuskan pasti dan ringkas agar orang yang membacanya mudah
menangkah gagasan yang kalian tuangkan.
4. Tidak Ambigu
Syarat kalimat efektif yang terakhir, kalimat efektif
menjadi sangat penting untuk menghindari pembaca dari multiftafsir. Dengan
susunan kata yang ringkas, sistemastis, dan sesuai kaidah kebahasaan; pembaca
tidak akan kesulitan mengartikan ide dari kalimat kalian sehingga tidak ada
kesan ambigu.
Beberapa sebab terjadinya kalimat
tidak efektif, sebagai berikut:
1. Maknanya tidak logis artinya perkataan
yang tidak masuk akal atau tidak
Sesuai
dengan logika. Misalnya:
a.) Kedua orang itu saling
bertatap-tatapan (tidak efektif)
b.) Kedua orang itu saling menatap
(efektif)
2. Bentuk kata tidak sejajar yaitu
kesejajaran artinya penggunaan bentukan
Kata atau frasa berimbuhan yang memiliki kesamaan (kesejajaran)
baik
dalam fungsi maupun bentuknya. Misalnya:
a.) Banyak juga
yang menyangka kalau dia itu seorang pahlawan (tidak efektif)
b.) Banyak juga
yang menyangka bahwa dia seorang pahlawan (efektif)
3. Menggunakan subjek ganda
Misalnya:
a.) Kue itu
saya sudah makan (tidak efektif)
b.) Saya sudah
makan kue itu (efektif)
4. Bentuk jamak yang diulang atau berlebihan (pleonasme)
Artinya pemakaian kata yang mubazir yang sebenarnya tidak perlu. Misalnya:
a.) Para
hadirin dimohon berdiri (tidak efektif)
b.) Hadirin
kami mohon berdiri (efektif)
5. Penggunaan kata depan yang tidak perlu.
Misalnya :
a.)
Kepada adik-adik kelompok V dimohon berkumpul dilapangan (tidak
efektif)
b.) Adik-adik
kelompok V dimohon berkumpul dilapangan (efektif)
6. Salah nalar
Artinya
gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat.
Misalnya:
a.) Rumah Pak Surya mau dijual (tidak efektif)
b.) Rumah Pak Surya akan dijual (efektif)
7. Pengaruh bahasa daerah atau bahasa asing
Misalnya:
a.) Para sahabat sudah pada berkumpul (tidak efektif)
b.) Sahabat sudah berkumpul (efektif)
8. Kontaminasi/kerancuan
Adalah
penggabungan beberapa bentuk kata, frasa, susunan, dan kaidah bahasa yang satu
dengan bahasa yang lain sehingga menimbulkan bentuk gres yang bekerjasama tidak
lazim.
Misalnya:
a.) Wajahnya sangat tampan sekali (tidak efektif)
b.) Wajahnya
tampan sekali (efektif)
c.) Wajahnya sangat tampan (efektif)
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
a.) Kalimat efektif adalah
kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat
sehingga pndengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas
dan lengkap seperti apa yang dimasud oleh penulis atau pembicaranya.
b.) Unsur-unsur dalam kalimat
meliputi: subjek (S), prediket (P), objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (Ket).
c.) Ciri-ciri kalimat efektif
yaitu: Kesepadanan, keparalelan, ketegasan, kehematan,
kecermatan, kepaduan, kelogisan.
d.) Syarat kalimat efektif yaitu:
sesuai EYD, sistematis, tidak boros dan bertele-tele, tidak ambigu.
e.) Struktur kalimat efektif
terbagi menjadi: Struktur kalimat umum, struktur kalimat paralel , dan struktur
kalimat periodik.
3.2 Saran
Pada kenyataannya, pembuatan
makalah ini masih bersifat sangat sederhana dan simpel. Serta dalam Penyusunan
makalah inipun masih memerlukan kritikan dan saran bagi pembahasan materi
tersebut.
Daftar
pustaka
Arifin, Ahmad. (2019).
“Struktur Kalimat Efektif” dalam
https://rumusbilangan.com/contoh-struktur-kalimat-efektif-pengertian-syarat-dan-ciri-cirinya/
: diunduh pada 12 Oktober 2019: 14.00 WIB.
Diyono, Wahyu. (2014).
“Contoh Makalah Bahasa Indonesia Kalimat Efektif” dalam
http://wede56.blogspot.com/2014/03/contoh-makalah-bahasa-indonesia-kalimat_25.html:
diunduh pada 12 Oktober 2019: 14.00 WIB.
Fau, Teodora Nirmala,
S.Hum. (2017). “Kalimat Efektif” dalam
https://www.studiobelajar.com/kalimat-efektif/: diunduh pada 12 Oktober 2019:
14.00 WIB.
H.Kamsono, M.Pd, dkk.
(2019). Kupas Tuntas Ujian Nasional. Tangerang: CV.Gino Guruputra.
Imbang, Djeinnie, dkk.
(2018). Bahasa Indonesia. Manado: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
(LPPM).
Juwita, Silvia Ratna,
dkk. (2019). Bahasa Indonesia. Jakarta:
Universitas Esa Unggul.
Komentar
Posting Komentar